5 Oktober 20**
Di pinggiran kota newtown..
“Hmm aneh sekali..tumben ayah mengajak ku jalan-jalan keluar kota dengan mobil saat cuaca sedang mendung” komentarku “haha bukankah kau sedang kesal karena ditinggalkan ibu yang dapat undian ke hawai” sahut ayah sambil menyetir.. aku hanya diam dengan wajah cemberut tapi tetap manis (halah XD) sambil memperhatikan jalanan yang hanya menyajikan pohon-pohon pinus dengan sesekali rumah penduduk yang berjarak jarang. Karena aku bosan dengan jalan-jalan yang gaje itu akupun memilih membaca koran..”heh wartawan sekarang ini suka melebih-lebihkan” komentar ku “kenapa memangnya?” pancing ayah “mereka bilang polisi hampir berhasil menangkap pengedar sabu-sabu tapi dia tiba-tiba hilang di hutan pinus seperti hantu hahaha” ledek ku “kau tidak keberatan kan bila ayah ajak berburu hantu di hutan pinus” sahut ayah sambil melirik ku..”aku lebih suka berburu setan pembunuh” jawabku sekenanya.
Di depan sebuah rumah kayu bertuliskan praktek dr.Jimm clayston, tiba-tiba ayah menghentikan mobil dan keluar memeriksa mesin dengan gaya yang menurutku amat dibuat-buat dia berseru “oh sial, mobil mogok disaat yang tidak tepat” baru saja ayah menyelesaikan kalimatnya hujan turun. Ayah mengetuk-ngetuk klinik itu mulai dengan ketukan pelan hingga keras tapi tidak ada yang keluar..padahal sempat kulihat bayangan seseorang dari dalam rumah itu. Aku keluar dari mobil ingin menyuruh ayah kembali kedalam mobil karena hujan semakin deras, saat itu seorang laki-laki pendek berkepala botak menghampiri kami “Hari ini klinik tutup dan mungkin dr.jimm sedang tidak ada di rumah..apa kah ada yang sakit parah?” tanya pria itu “ah tidak kami hanya ingin mencari tempat berteduh sambil menunggu hujan reda dan mobil kami yang mogok diangkut” jawabku “kalau begitu mari berteduh dirumah saya, hujan semakin lebat dan sebentar lagi malam tiba” ajaknya “tentu dengan senang hati” jawab ayah..kami pun pergi ke rumah Dick stormer tetangga dr.jimm- tidak ada pilihan lain karena hanya ada 2 rumah disekitar situ.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam tapi hujan belum juga reda malah semakin lebat dilengkapi dengan suara guntur yang nyaring. Kami dijamu makan malam oleh Tn.Dick bersama Sara istri dick yang cantik dan Rick adik Dick yang berwajah mirip denganya tapi Rick jauh lebih menarik dengan rambutnya yang lebat dan tubuhnya yang lebih tinggi dari sang kakak. “Maaf bila kedatangan ku yang tiba-tiba ini mengganggu hari istimewa kalian” ucap Rick sambil menikmati sop ayamnya “Haha kau selalu melebih-lebihkan, tentu saja kunjungan adik ke rumah yang penuh kenangan ini tidak akan mengganggu, benarkan sayang?” sahut Sara “yah kau benar” ucap dick dengan senyum yang menurutku tampak dipaksakan. “Aku heran denganmu Dick,uhukk.huk..uhuk.. mengapa kau masih mempertahankan usaha keluarga yang tidak sesuai dengan zaman lagi, lebih baik kau menanamkan saham di perusahaanku” sindir Rick “jika kau menolak menanamkan modal di usaha pembuatan senjata warisan nenek moyang kita katakan saja terus terang aku tidak pernah memaksamu bahkan ketika kau menjual rumah yg sengaja dibuatkan ayah untukmu pada dokter itu aku tetap menghargai keinginanmu” sahut Dick dengan nada tinggi “Bisa kalian hentikan ini! Rasa sop ku jadi tidak enak” perintah sara dengan tegas bak seorang ratu dan seketika kakak adik itu langsung diam. Ayah melirik ku sambil tersenyum seolah berkata wanita memang hebat.
Setelah kami selesai makan malam, dengan sigap Nancy pembantu keluarga stormer membereskan bekas makan malam akupun membantunya, Sara membawa masuk Rokie anjing kesayangannya, anjing itu terlihat cerdas tapi nakal dari tadi dia terus berlarian dan berguling-guling disekitar sara dan menggonggong pada Dick seolah menggodanya dan memamerkan keakrabnya dengan sang nyonya. “kuharap kau tidak mengajak rokie untuk tidur bersama kita malam ini” ucap Dick sambil menatap rokie dengan jengkel “Ayolah sayang aku tidak tega membiarkan rokie kedinginan di kandangnya biarkan malam ini dia tidur di ruang bacamu” rayu Sara “Dan..merusak buku-buku ku” sahut Dick ketus “Rokie tidak akan nakal,,benarkan rokie?” ucap sara dengan suara manja “Guk” sahut Rokie sambil mengibas-ngibaskan ekornya “Terserahmu lah honey” jawab Dick pasrah. ”Dan sekali lagi wanita menang” bisik Nancy padaku aku hanya tersenyum. “Nancy aku ingin teh hangat bisakah nanti kau membawaknnya ke kamar?” tanya Dick pada Nancy “ya tuan, bagaimana dengan nyonya? Sahut Nancy “Aku juga plus sepiring cookies cokelat buatanmu” sahut Sara cepat. “kau suka cookies buatan nancy kan rokie?” ucap Sara lembut sambil membelai rokiee yang terlihat kegirangan. Sara dan rokie pun naik ke lantai atas yang hanya terdapat kamar sara-dick,ruang baca dan kamar mandi . Dick terlihat kearah dapur sebentar kemudian menyusul ke lantai atas.aku sudah selesai membantu nacy memberesakan meja dan pergi ke ruang tamu menyusul ayah saat itu jam dinding menunjukan pukul 8.30.
Diruang tamu aku dan ayah mengobrol sambil menunggu hujan reda. “Jadi hantu itu menghilang di sekitar sini” ucapku sambil duduk disamping ayah “ya tepat sekali, salah satu pelaku berhasil ditangkap yang seorangnya lagi berhasil kabur padahal lengan kanannya berhasil ditembak” “Dan sabu-sabu satu kg itu Raib?” ejek ku “Tidak, kami menggunakannya sebagai pancingan untuk menangkap hantu yang hilang itu” bisik ayah padaku “Tidak menarik..lebih menyenangkan jika aku kebelakang untuk bertukar info dengan nancy,aku merasa keluarga ini menarik dan instingku berkata akan terjadi sesuatu malam ini” ucapku “haha selamat bergosip” ujar ayah.
Aku dan Nancy bergosip euh bertukar informasi. Ternyata Sara dulunya adalah pacar Rick tapi dia menikah dengan Dick karena ayahnya Dick ingin anak pertamanya segera menikah dan mewarisi usaha keluarga, Dick yang gemar bekerja tidak pernah mengenal wanita, satu-satunya wanita yang ia kenal selain ibunya dan nancy cuma pacar adiknya dan Dick pun menikahi Sara. Nancy bersumpah Rick masih menyimpan rasa pada Sara meskipun sekarang dia sangat sukses tapi belum juga ingin menikah. Usaha keluarga stormer adalah pembuatan senjata seperti pedang dan anak panah dulunya usaha mereka sangat maju karena senjata buatan mereka bisa membunuh dalam sekali tebas atau sekali tancap ya zaman dulu orang senang berburu dan berkelahi kan tapi sekarang pesanan cuma untuk hiasan dan koleksi saja itupun cuma sedikit. Saat ini usaha Dick sedang diambang kehancuran tiap malam Dick susah tidur gara-gar hal itu. Padahal Dick pandai dan sangat suka membuat pedang, seandainya Rick mau menanamkan modal padanya pastilah Dick bisa mengembangkan usahanya ke luar daerah atau bahkan luar negeri.
Selain Sara, Dick dan Nancy di rumah ini ada satu penghuni lagi yakni Jeremy. Jeremy adalah adik bungsu Sara dia tinggal disini sejak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat 3 tahun yang lalu mungkin karena itulah sampai saat ini Jeremy sangat phobia ketinggian bahkan dia tidak berani naik ke lantai 2, Jeremy kurang akur dengan Dick karena Dick pelit sedangkan Jeremy tipe pemuda yang suka menghambur-hamburkan uang, tadi pagi mereka bertengkar hebat dan Jeremy meninggalkan rumah hingga saat ini belum kembali. Sara stormer adalah wanita yang sangat menarik dia susah ditebak dulu dia adalah aktris panggung dan sangat suka akting. Sara paling benci jika ada yang menggangunya ketika makan, dia punya penyakit maag yang cukup parah sehingga dia harus selalu makan tepat waktu.
Tak terasa aku berbincang-bincang dengan Nancy hingga jam 10 lewat dan hujan pun mulai reda tapi tiba-tiba keheningan malam dipecahkan oleh teriakan seorang laki-laki dari arah samping rumah, aku dan nancy pun bergegas ke samping rumah melalui pintu belakang. Di bawah tangga kayu yang menuju beranda kamar dick di lantai 2 terpampang pemandangan yang mengerikan Dick Stormer tewas dengan posisi terlentang dan tangan kanannya memegang ikat pinggang yang tidak dipakai, sedangkan kepalanya yang terantuk batu besar yang berada dipinggir kolam ikan yang tidak terurus, mengeluarkan banyak darah. Jeremy terduduk dengan wajah pucat pasi, dan Rokie tampak bersembunyi ketakutan di dalam kandangnya di dekat kolam ikan.
Ayah segera mengendalikan situasi, ia menunjukan tanda pengenal komisaris polisi pada orang-orang di rumah itu, lalu menyuruhku mengamankan mereka di ruang tamu sedangkan ayah memeriksa daerah sekitar tkp sembari menunggu datangnya bantuan dari pos polisi terdekat.
Tepat jam 10 lewat 45 menit, beberapa orang polisi datang bersama petugas forensik. Seorang polisi menggantikan posisiku mengawasi para penghuni rumah sehingga aku bisa ikut petugas forensik dan polisi lainnya menyusul ayah untuk memeriksa tkp.
Kamar korban berada di lantai 2 ada dua cara untuk masuk kesana yakni melalui tangga kayu yang berada di samping rumah dan melalui tangga yang terletak di ruang tengah (dalam rumah). Pintu kamar yang menuju ke beranda dalam keadaan terbuka sedangkan pintu kamar yang menuju ke bagian dalam rumah justru terkunci dari dalam (kunci berada di lubang kunci bagian dalam kamar). Di dalam kamar tsb terdapat sebuah tempat tidur besar yang terlihat rapi dan disampingnya ada sebuah lemari pakaian yang sangat besar, di sisi lain ada sofa panjang dan sebuah barbel kecil disampingnya, di depan sofa ada meja kayu yang diatasnya terdapat sepiring cookies cokelat , sebuah teko teh kecil dan dua buah gelas teh yang sudah terisi. Saat aku mendekati meja itu lantainya agak licin hampir membuatku terjatuh tapi gara-gara hal itu secara tak sengaja penglihatanku tertuju pada serbuk putih yang terdapat di dekat gelas teh.
Di tempat penemuan mayat korban yakni halaman samping yang berbatasan dengan rumah dr.Jimm ditemukan bekas galian di bawah pohon mangga yang merupakan batas tanah Dick dan Jimm. Bekas galian itupun dibongkar dan ditemukan sebuah kotak besi berukuran sedang yang berisi gumpalan selotip yang sudah terpakai, ayah dibantu dengan seorang polisi dengan hati-hati memindahkan kotak yang cukup berat tsb. Sementara itu Rokie masih meringkuk di dalam kandangnya tanpa suara, anjing itu terlihat ketakutan dan menahan sakit. Ketika tubuhnya diperiksa ternyata terdapat luka.
Hasil pemeriksaan dokter dan tim forensik adalah sebagai berikut:
Waktu perkiraan kematian korban antara jam 8 lewat 45 menit hingga jam 9 lewat 45 menit. Bubuk putih yang ditemukan di atas meja adalah racun arsenik dan di dalam salah satu gelas the terdapat arsenik dngan dosis yang tinggi. Terdapat sidik jari dr.Jimm Clayton didalam kotak besi yang ditemukan di halaman samping.
dr.Jimm Clayton dan semua orang yang berada di dalam rumah Dick malam itu segera di interogasi.
dr.Jimm Clayton, dokter umum 37 (M) : Sejak pagi aku tidak ada di rumah dan baru pulang jam 9 lewat 30 menit diantarkan temanku dengan mobil putih. Kalian bisa telpon temanku kalau tidak percaya! Temanku pulang tepat jam 10 malam sesaat sebelum teriakan Jeremy yang menggegerkan itu. Ya dulu aku memang pernah berselisih batas tanah dengan Dick tapi hal itu sudah selesai melalu jalur damai, aku mengalah dan masalah beres tanpa melibatkan polisi,pengadilan ataupun pengacara.
Rick Stormer , Adik korban 32 (M): Sehabis makan malam aku mengobrol sebentar dengan william silverstone eh maksudku komisaris silverstone, karena fluku makin parah dan batuk ku semakin nyaring pak komisaris menyarankanku istirahat. Sekitar jam 8 lewat 45 aku masuk kamar dan mandi sebentar menggunakan kamar mandi yang ada di dalam kamar, setelah itu aku minum obat batuk yang ada di atas meja dan tertidur hingga teriakan jeremy membangunkanku. Sara? Ya aku masih mencintainya tapi aku masih cukup waras dan tidak akan membunuh saudara kandungku sendiri hanya demi wanita!.
Jeremy leonides, Adik ipar korban 16 (M): Siang tadi aku bertengkar dengan kakak iparku karena dia menghinaku pemalas dan tak berguna serta mencaciku dengan kasar hanya karena aku bangun kesiangan. Aku minggat ke rumah temanku tapi temanku menasehati agar aku lebih bersabar dan pulang ke rumah tapi karena hujan deras aku baru bisa pulang jam 10an lewat karena takut pada Dick aku berencana masuk rumah lewat pintu dapur tapi ketika melintasi halaman samping alangkah terkejutnya aku melihat Dick tewas di dekat kolam ikan.
Sara Stromer, Istri korban 30 (F): Saat jam setengah sembilan aku pergi mandi di kamar mandi di lantai 2 yang letaknya berseberangan dengan kamarku dan Dick. Sebelum mandi pintu kamar kubiarkan terbuka dan Rokie masih bermain-main di dalam kamar. Aku punya kebiasaan mandi air hangat dalam waktu yang cukup lama sebelum tidur yah paling cepat 30 menit lah tak perduli sedang hujan atau panas aku tidak bisa tidur nyenyak bila tidak melakukan hal itu. Aku selesai mandi sekitar jam 9 lewat 10 menit saat aku mau masuk ke kamar ternyata pintu terkunci, Saat itu yang ada dalam pikiranku Dick sedang menyiapkan kejutan untuk peringatan perkawinan kami yang hari ini genap 6 tahun, Seharian Dick tidak menyinggung masalah itu makanya kupikir dia pura-pura lupa untuk menyiapkan kejutan, akupun pergi ke ruang baca yang berada disebelah kamarku dan di dekat tangga yang menuju ruang tengah, disana aku menunggu sambil membaca buku, buku yang kubaca sangat menarik akupun keasyikan membaca sampai teriakan jeremy mengangetkanku.
Asuransi? Ya Dick memang mengasuransikan dirinya atas namaku dengan jumlah uang yang cukup besar dan akupun melakukan hal yang sama. Rick memang bekas pacarku tapi aku lebih memilih menikah dengan Dick karena dia lebih siap menikahiku, Setelah menikah cintaku hanya untuk suamiku.
Nancy Tailor, Pembantu 49 (F) : Sehabis membereskan meja aku ke dapur untuk membuatkan teh untuk nyonya dan tuan. Ketika aku sudah selesai dan berniat mengantarkan tiba-tiba mati lampu lalu tn.Rick datang ke dapur membawa lilin dia batuk-batuk dan bertanya padaku tempat menyimpan jeruk nipis dan madu dan akupun menunjukan tempatnya. tn.Rick kemudian bertanya apakah hari ini giliran mati lampu? Setelah kuingat-ingat ini bukan jadwalnya jadi akupun pergi memeriksa box listrik yang ada di ruang tengah/ruang makan ternyata benar lampu mati karena kelebihan beban, akupun membetulkanya setelah itu kembali ke dapur, tn.Rick sudah tidak ada lalu aku mengantarkan teh kelantai 2 tapi saat itu ny.Sara sedang mandi, karena pintu kamarnya dalam keadaan terbuka akupun meletakan teh dan cookies pesanan nyonya diatas meja lalu aku kembali ke dapur untuk beres-beres.sekitar Jam 9 nona Sherry mendatangiku kamipun mengobrol sampai teriakan tn.Jeremy mengagetkanku. Yah saat itu aku juga melihat tn.Rick keluar dari kamarnya dengan sempoyongan dan nampak terkejut berlari ke arah dapur, lalu aku, Tn.Rick dan nona Sherry bergegas menghampiri sumber suara yang berasal dari halaman samping. Sesuatu yang aneh? Iya ada, baju yang dipakai Rick saat makan malam berwarna putih, lalu saat dia bertemuku waktu mati lampu bajunya berwarna merah tapi sekarang dia mengenakan baju warna hitam.
Keterangan yang kudapat dari kesaksian ayah antara lain, sehabis makan malam ayah memang berbincang sebentar dengan Rick dan menyuruh Rick untuk beristirahat. Setelah kutinggalkan ke dapur, ayah tetap duduk di ruang tamu asyik dengan buku catatan kecilnya. Ayah melihat mobil putih yang dimaksud dr.Jimm melintas saat datang dan pergi bahkan ayah sempat hapal nomer platnya. Ayah terus diruang tamu dengan membiarkan pintu depan terus dalam keadaan terbuka dan tak ada yang masuk ataupun keluar dari pintu itu. Ketika ayah mendengar suara teriakan hal yang pertama kali dikhawatirkannya adalah aku, oleh sebab itu ayah segera berlari kearah dapur, saat melewati ruang tengah ayah hampir bertabrakan dengan Sara yang baru turun dari tangga kemudian mereka berdua segera pergi kearah sumber suara.
Tugas:
Analisis kasus ini dan jelaskan segala kebenaran yang bisa kalian temukan, saya tidak akan membatasi analisa kalian dengan pertanyaan-pertanyaan. semakin banyak yang kalian analisa akan semakin bagus !
*Jika ada yang kurang jelas kalian bisa tanyakan melalui wall ataupun pesan dengan subyek “pertanyaan” kirimkan langsung kepada saya, pertanyaan tidak dibatasi tapi saya hanya memberi kesempatan satu kali menjawab, Jawaban dikirim melalui pesan dengan subyek “Jawaban case tewasnya Dick Stromer” kepada saya (Esya D Poneglyph) paling lambat tanggal 27 september 2010 pukul 23.59 WITA.
*Dilarang mengirimkan jawaban ke admin lain dan mengirim jawaban di wall grup, Diskusi dan kerja sama juga dilarang (kalau ketahuan). Jika kalian melanggar akan dikenakan sangsi yang tegas! Sangsi dapat berupa pengurangan dp, dikeluarkan dari grup,hingga di ban permanen.
Best Regards
Esya D Poneglyph
-H.S.D-
Senin, 27 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

deathnote banget dah ni blog! oya, follow nd komen balik yax! sankyuu...
BalasHapus